Pages

Rabu, 26 Desember 2012

MY EDELWIES


        Seperti bunga edelwies, itu adalah potret diri mu dalam kehidupan ku, Perlahan meluncur ke lubuk hati dan menimba air mata kemudian tumpah ke langit biru, Tujuh bait pelangi pun tak sanggup mengibaratkan betapa abadinya potret diri mu dalam rongga dada, Seperti senja yang tergantikan pekat malam, mencintai mu hingga kini adalah perjalanan, Entah indah, atau salah ????, Karna mencintai mu adalah ego ku, yang menyembah kaki pijakan mu, karna mencintai mu adalah menghalalkan segala jenis pendustaan agar bisa mengindahkan mu, meski salah dusta kadang tampak indah, kamu rajut pelangi semu di warna abu abu kamu gantung asa yang nyaris membuat aku mati disana. Seperti edelwies, indah namun sulit tuk ku raih dan kamu abadi dalam rongga rongga dada ku.

        Perjuangan dan pengorbananlah yang membuat aku mampu bertahan disini, yang mampu melewati sulitnya berjalan di lumpur, yang mampu meremas pecahan kaca, dan mampu mengalahkan semua yang telah mengkontaminasi bunga ku, kamu abadi dalam rongga rongga dada ku.

        haruskah aku putus lajunya aliran darah ku, agar kamu yakin betapa cinta ini sangat merasuk dalam asa ku. kamu abadi sayang ....

edelwies ku ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text